Tips “Charge” dan Merawat Baterai Ponsel Agar Tetap Awet

Artikel “Tips “Charge” dan Merawat Baterai Ponsel Agar Tetap Awet” ini merupakan kontribusi dari , dipublikasikan oleh GadgetBagus pada 8 Apr, 2018.

Ilustrasi charge ponsel

Ilustrasi charge ponsel. (Foto: Istimewa)

Bagi beberapa orang, fungsi baterai mungkin tidak penting sampai mereka menemukan masalah yang membuat jengkel saat menemukan gadget atau ponselnya sering mendapatkan notifikasi battery low.

Usia baterai memang ada batasnya. Kebanyakan vendor menyebut usia baterai antara 300 hingga 500 siklus charging. Apple sendiri mengklaim kinerja baterai laptopnya akan mencapai 80 persen dari kapasitas awal setelah 1000 siklus.

Yang menjadi pertanyaan adalah apa itu siklus charging? Beberapa ahli tak sepakat soal defenisinya. Pada umumnya para ahli menyebut 1 siklus dihitung persentase baterai 0% hingga terisi penuh 100%. Namun ada juga yang menyebut 1 siklus adalah setiap kali kita melakukan charging, terlepas waktu yang digunakan, misalnya 5 menit atau 1 jam.

Berikut beberapa tips dalam mengecas atau charge ponsel untuk membuat baterai anda tetap awet atau setidaknya usianya bertahan lama.

Waktu Terbaik untuk Mencharge Ponsel

Dilansir dari TechAdvisor pada Jumat (6/4/2018), untuk pengguna Li-ion baterai, disarankan jangan charge ponsel Anda jika masih di atas 50 persen karena dapat memperpendek umur baterai. Karena jika Anda charge baterai dari kondisi 50% hingga 100% maka itu itu dihitung menjadi satu siklus. Jumlah siklus yang sama jika dari kondisi 10% hingga 100%.

Jadi waktu yang paling ideal untuk mencharge baterai Li-ion adalah sekitar 40% hingga 80%. Kondisi itu disebut merupakan kondisi paling seimbang dalam baterai, tak terlalu penuh namun tak juga kosong. Jadi tak perlu menunggu hingga penuh 100%. Disarankan jangan charge dalam kondisi di bawah 20 persen karena bisa menambah tegangan yang membuat baterai tertekan.

Beberapa ahli menyebut cara paling fatal melakukan charge dari kondisi full 0% hingga penuh 100% lebih dari satu kali sebulan. Karena hal ini sama saja melakukan kalibrasi ulang terhadap baterai ponsel Anda.

Jangan biarkan ponsel anda dalam kondisi baterai 0% dalam waktu yang lama karena dapat menurunkan kualitas 5-10% dalam sebulan jika tak terpakai. Disarankan setidaknya baterai dalam kondisi antara 40%-50% dalam kondisi tak terpakai.

Jangan Mencharge Semalaman!

Charge semalaman memang merupakan kondisi paling umum bagi pengguna smartphone modern dewasa ini. Ponsel menjadi teman terakhir saat menjelang tidur dan pengguna menjadi ketiduran ketika masih menggunakan ponsel dalam kondisi dalam pengisian daya.

Jika kondisi melakukan charging lebih dari 2-3 jam setelah kondisi baterai 100% penuh, maka temperature baterai naik terlalu tinggi dan tentu saja dapat merusak perangkat lain di ponsel anda. Bahkan dalam beberapa kasus, ponsel bisa meledak. Namun ada ahli yang merekomendasikan melepas casing baterai untuk mencegah panas naik berlebihan. Namun hal ini tak disarankan.

Saran yang sama juga berlaku agar anda tidak meletakkan ponsel anda dalam kondisi tempat atau ruangan yang terlalu panas atau terlalu dingin.

Jangan Sembarangan Menggunakan Charging Cepat!

Smartphone Android mutakhir di pasaran kini memilik fitur charging cepat seperti Qualcomm Quick Charge, Samsung Adaptive Fast Charging, OPPO VOOC, TurboPower untuk Motorola, Dash Charge milik OnePlus 5 dan lainnya.

Perlu diketahui cara kerja teknologi charging cepat ini adalah dengan meningkatkan Watt yang tentu saja membuat voltase atau Ampere semakin besar. Ponsel yang mendukung teknologi ini memiliki kode khusus dalam chip, disebut Power Management IC, yang berkomunikasi dengan charger sehingga mampu mengirimkan voltase atau Ampere yang sesuai.

Jadi jangan sembarangan menggunakan kabel charger cepat jika ponsel anda tidak mendukung atau tak sesuai dengan teknologi tersebut.

Cara Charge Ponsel yang Cepat dan Aman

Jadi bagaimana cara mencharge cepat untuk ponsel lainnya yang tak mendukung teknologi fast charging? Berikut tipsnya

1. Gunakan charger asli bawaan smartphone untuk meminimalkan resiko baterai cepat rusak alias jebol karena charger berbeda berpotensi berbeda jumlah Watt yang disalurkannya.
2. Ubah model ponsel menjadi airplane
3. Gunakan power saving mode sehingga fitur yang tidak terpakai menjadi mati
4. Jangan gunakan smartphone dalam kondisi sedang dalam pengisian sehingga membuat ponsel anda cepat panas.
5. Charge ponsel anda dalam keadaan mati.


0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2018 GadgetBagus - Review & Harga HP Terbaru

Log in with your credentials

or    

Forgot your details?

Create Account